Rabu, 08 Februari 2017

Our Last Hope


NASKAH DRAMA “OUR LAST HOPE”
 SEBAGAI MATERI BERMAIN PERAN PADA MATERI KULIAH 
BAHASA INDONESIA




Diajukan untuk memenuhi Tugas Bahasa Indonesia sebagai syarat untuk mendapatkan nilai UAS








Produser: Nosolin Marerabuyan

Skenario: Agustina Wally

Editor  : Mateo R.H. Bisai


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURYA
TANGERANG
2015
Judul: Our Last Hope
Daftar Pemain Peran:

1. Andrina D. Ramandey   (Sebagai Fitri)
2. Junaedi Langden    (Sebagai Pak Warno)
3. Mateo R.H. Bisai (Sebagai Pengusaha)
4. Casperius Robaha (Sebagai Masyarakat 2)
5. Bertus M. Swabra (Sebagai Kepala Sekolah)
6. Enny D. Towansiba (Sebagai Guru 2)
7. Agustina Wally (Sebagai Guru 1)
8. Nosolin Marerabuyan (Sebagai Siti, sahabat Fitri)
9. Cais Dangeubun    (Sebagai Maman, sahabat Fitri)








Rabu, 01 Februari 2017

LAPORAN WAWANCARA


LAPORAN WAWANCARA
PENGARUH KEBERADAAN KAMPUS TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DISEKITAR DESA CURUG SANGERENG
TANGERANG SELATAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia
STKIP SURYA

Disusun oleh:
Nama  : Agustina Wally
NIM    : 15010410001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURYA
TANGERANG
2015




Pengaruh Keberadaan Kampus Terhadap Kehidupan Masyarakat di Sekitar Desa Curug Sangereng Kota Tangerang Selatan
A. Latar Belakang
Curug Sangereng adalah sebuah Desa yang berada di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia. Dahulu, sebelum mengalami pemekaran, Desa curug sangereng adalah bagian dari kecamatan Pagedangan. Namun setelah mengalami pemekaran, desa Curug Sangereng menjadi bagian dari kecamatan Kelapa Dua. Curug Sangereng merupakan salah satu dari 6 desa yang ada di Kelapa Dua. Karena merupakan bagian dari Kecamatan Kelapa Dua, Desa Curug Sangereng inipun terletak pada salah satu daerah yang ternama, yaitu lippo village dan Gading Serpong (Sumarecon Serpong dan Paramount Serpong) yang merupakan beberapa perintis perumahan di daerah Kelapa Dua.
Daerah Curug Sangereng ini karena berada di Kecamatan Kelapa Dua, maka daerah ini menjadi pusat pertumbuhan yang difokuskan sebagai pusat pemukiman dan kawasan bisnis. Hal tersebut tercemin dari menjamurnya berbagai pusat perbelanjaan, kampus-kampus, perumahan elit, dan berbagai hal yang cukup menjanjikan bagi mereka yang ingin berbisnis. Beberapa perumahan elit yang terdapat di daerah ini, yaitu Sumarecon Serpong, Paramount Serpong, Villa Ilhami, Lippo Village, Perum Kelapa Dua, Palem Semi, Harapan Kita, dan Dasana Indah. Jika dilihat dari sudut pandang pendidikan, di daerah Kelapa Dua ini, terdapat 15 Sekolah, sederetan universitas di  antaranya Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Gunadarma, Universitas Matana, Surya University(SU), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya (STKIP Surya). Di daerah Curug Sangereng sendiri, hanya terdapat beberapa kampus yaitu UMN, Surya University, dan STKIP Surya.
Keberadaan kampus UMN, SU, dan STKIP Surya bagi sebagian besar masyarakat yang berada di Desa Curug Sangereng,  kampus-kampus itu memiliki beberapa pengaruh bagi kehidupan masyarakat di Desa Curug Sangereng. Diantaranya, pengaruh di bidang ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan di bidang pendidikan. Dampak yang mungkin lebih terasa dirasakan oleh masyarakat Desa Curug Sangereng, yaitu di bidang ekonomi, dimana dengan kehadiran kampus-kampus tersebut, membuat Desa Curug Sangereng menjadi lebih ramai lagi, sehingga masyarakat setempat dapat mengais keuntungan dengan berwirausaha untuk dapat meningkatkan pendapatan mereka. Dari hasil survei lapangan yang dilakukan oleh penulis, di sekitar kampus-kampus yang ada di Desa Curug sangereng, ada begitu banyak usaha kecil-kecilan hingga usaha yang cukup besar  yang dibuat oleh masyarakat untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Misalnya saja, dibuatya kos-kosan, warnet (warung internet), fotocopy, tempat print, warung makan, gojek, dan usaha kecil-kecil lainnya yang biasanya berpangkalan di pinggir jalan.
Oleh sebab itu, dengan melakukan kegiatan wawancara terhadap kehidupan masyarakat di sekitar kampus yang berada di Curug Sangereng ini, penulis dapat mengetahui pendapat masyarakat Desa Curug Sangereng terhadap kampus-kampus yang berada di Desa mereka.


B. Tujuan
Tujuan dari wawancara ini, yaitu untuk mengetahui pendapat masyarakat Desa Curug Sangereng terhadap kampus-kampus yang berada di daerah Curug Sangareng.


C. Tema
Pengaruh Keberadaan Kampus Terhadap Kehidupan Masyarakat di sekitar Desa Curug Sangereng Kota Tangerang Selatan.


D. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal    : Kamis, 26 November 2015
Waktu        : 10.15-10.20
Tempat            : Pangkalan Ojek dari Pak Asmun, Jln. Scientia Boulevard


E. Lampiran Pertanyaan
1) Dengan adanya keberadaan kampus-kampus di sekitar daerah Curug Sangereng, bagaimana pengaruh dalam bidang ekonomi bagi masyarakat yang ada di sekitar kampus?
2) Adakah pengaruh di bidang sosial, misalnya dalam bentuk komunikasi antara masyarakat dan mahasiswa di sekitar kampus atau tidak?
3) Dengan adanya mahasiswa di daerah sekitar Curug Sangereng, adakah dampak positif atau negatif  yang ditimbulkan oleh mahasiswa terhadap lingkungan? Jika ada, seperti apa bentuknya?
4) Jika dilihat dari bidang pendidikan itu, adakah pengaruh mahasiswa terhadap masyarakat yang misalnya diwujudkan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat  dalam hal ini mahasiswa ikut terlibat membantu masyarakat dalam bentuk memberi pengajaran kepada masyarakat?
5)  Adakah pengaruh di bidang kebudayaan yaitu misalnya adakah pertukaran atau saling mempelajari kebudayaan antara mahasiswa dan masyarakat di sekitar?


F. Identitas
1. Pewawancara:
Nama          : Agustina Wally
NIM            :15010410001
Pekerjaan    : Pelajar
2. Narasumber
Nama            : Asmun
Umur            : 45 Tahun
Pekerjaan     : Tukang Ojek


G. Hasil wawancara
Pertama-tama, sebelum penulis melakukan wawancara, penulis memperkenalkan Pak Asmun sebagai narasumber beserta pekerjaan dari Pak Asmun yang adalah seorang tukang ojek. Setelah itu penulis mulai memberi beberapa pertanyaan yang langsung dijawab spontan oleh Pak Asmun. Pertanyaan pertama yang penulis berikan, yaitu dengan adanya keberadaan kampus-kampus di sekitar daerah Curug Sangereng, bagaimana pengaruh dalam bidang ekonomi bagi masyarakat yang ada di sekitar kampus? Pertanyaaan ini langsung dijawab oleh Pak Asmun dengan mengatakan bahwa, kehadiran kampus-kampus di daerah Curug Sangereng ini sangat menguntungkan. Bentuknya itu, seperti masyarakat yang ada di sekitar kampus-kampus tersebut dapat membuka usaha, bisa ngojek, dan usaha lainnya yang dapat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kampus tersebut.
Beranjak pada pertanyaan berikutnya, yaitu adakah pengaruh dari keberadaan  kampus-kampus yang dilakukan oleh mahasiswa di bidang sosial, misalnya dalam bentuk komunikasi antara masyarakat dan mahasiswa yang ada di sekitar kampus atau tidak? Dan pertanyaan ini dijawab, bahwa semenjak Pak Asmun ngojek, ia belum pernah melihat bahkan mengalami interaksi antara mahasiswa maupun dengan masyarakat dan ini adalah kali pertama bagi Pak Asmun dan kawan berinteraksi dengan mahasiswa yang ada di sekitar kampus walau hanya sekedar bercakap-cakap untuk membahas suatu hal. Pertanyaan selanjutnya yang penulis ajukan, yaitu dengan adanya mahasiswa di daerah sekitar Curug Sangereng, apakah ada dampak positif atau negatif yang disebabkan oleh mahasiswa terhadap lingkungan, dan jika ada, seperti apa bentuknya? Hal ini ditanggapi oleh Pak Asmun, bahwa ia belum pernah melihat dampak negatif  yang ditimbulkan mahasiswa di Desa Curug Sangereng ini. Menurutnya, sejauh ini  keadaannya masih aman-aman saja.
Berangkat dari pertanyaan ketiga ke pertanyaan keempat, yaitu jika dilihat dari bidang pendidikan, adakah pengaruh mahasiswa terhadap masyarakat yang misalnya diwujudkan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa ikut terlibat membantu masyarakat dalam bentuk memberi pengajaran kepada masyarakat atau tidak? Dan pertanyaan ini dijawab, bahwa sejauh pandangan dari Pak Asmun, ia belum pernah melihat adanya pengaplikasian ilmu oleh mahasiswa terhadap masyarakat di sekitar daerah Curug Sangereng ini.
Beranjak ke pertanyaan terakhir yang diajukan oleh penulis, yaitu adakah pengaruh di bidang kebudayaan, misalnya terjadi pertukaran kebudayaan atau adanya kegiatan yang dilakukan untuk saling mempelajari kebudayaan yang ada di mahasiswa dan yang ada masyarakat di sekitar? Pertanyaan ini langsung disambar  oleh Pak Asmun dengan mengatakan, bahwa ia belum pernah melihat keadaan seperti yang dikemukakan oleh penulis.


H. Dokumentasi
Dokumentasi: Gresela Alatubir

I. Penutup
1. Kesimpulan
Dengan kehadiran kampus-kampus di daerah Curug Sangereng telah berdampak banyak dalam kehidupan masyarakat di Desa Curug Sangereng. Diantaranya, pengaruh di bidang perekonomian, dimana masyarakat yang ada di sekitar Curug sangereng dapat meningkatkan tingkat perekonomian mereka dengan membuka usaha, seperti menjual jajanan di pinggir jalan, membuka dan menyewakan bangunan untuk dibuat kos-kosan, ngojek, membuka warung makan, tempat fotocopy, dan tempat print. Pada intinya, masyarakat sangat bersyukur dengan keberadaan kampus-kampus di daerah sekitar Curug Sangereng, karena memiliki banyak pengaruh positif yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

2. Saran
Setelah menulis laporan ini, penulis berharap pembaca dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah ditulis oleh penulis. Beberapa saran yang mungkin bisa disampaikan,  yaitu sebagai mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di Curug Sangereng dan sebagai masyarakat yang berdomisili di daerah Curug Sangereng, alangkah baiknya jika antara mahasiswa dan masyarakat itu terbangun hubungan yang baik dan lebih lagi  memperkuat tali persaudaraan ataupun persahabatan antara mahasiswa dan masyarakat agar tercipta hubungan kekeluargaan yang kuat. Semoga tulisan yang begitu jauh dari kesempurnaan ini boleh bermanfaat bagi para pembaca sekalian.


J. Referensi
“Kabupaten Tangerang”. 8 Desember 2015. file:///home/stkip/Downloads/Kabupaten                                                                                                              %20Tangerang%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,    %20ensikloped    %20bebas.html

“Curug Sangereng”. 8 Desember 2015.                                                                                  file:///home/stkip/Downloads/Curug_Sangerang.htm
“Kelapa Dua Tangerang”. 8 Desember 2015. file:///home/stkip/Downloads/Kelapa     %20Dua,%20Tangerang%20-%20Wikipedia%20bahasa    %20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.html
“Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang”. 8 Desember 2015.      file:///home/stkip/Downloads/Curugsangerang,%20Kelapa%20Dua,    %20Tangerang%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,    %20ensiklopedia%20bebas.html