MATOA
Matoa (Pometia pinnata) is a plant endemic of Indonesia,
particularly in Papua, so matoa became a plant that is also typical of
Papua into Papua identity for the soil flora.
Now matoa became a favourite fruit by various groups, from children to adults.
Generally, matoa is just found in Papua, in spite of, now matoa is
also found in other region.
particularly in Papua, so matoa became a plant that is also typical of
Papua into Papua identity for the soil flora.
Now matoa became a favourite fruit by various groups, from children to adults.
Generally, matoa is just found in Papua, in spite of, now matoa is
also found in other region.
Matoa fruit is round and slightly oval and the size is not too large.
The shape is similar with quail eggs, smooth skin, and has a sweet smell.
Generally, the fruit is green when young, but when it was ready to be harvested,
usually blackish brown. Fruit matoa including seasonal fruit,
which generally only bear fruit once a year.
In Papua, which is the largest producing region matoa,
know that there are two types of matoa, namely matoa coconut and matoa papeda.
The difference lies in differences in both the fruit.
Matoa coconut flesh chewy fruit such as rambutan Aceh,
diameter of the fruit is 2.2 cm- 2.9 cm, diameter of the seeds is 1,25- 1.40 cm .
While matoa papeda pick the fruit flesh is rather soft and sticky and fruit’s diameter is 1,4- 2.0 cm.
Fruit matoa itself proved to have many advantages, especially in the health sector,
because the fruit rich in vitamin C and vitamin E is capable
of functioning as an anti-oxidant that can counteract free radiation and increase endurance,
and can relieve stress, and can function as additional nutrients to the skin.
The shape is similar with quail eggs, smooth skin, and has a sweet smell.
Generally, the fruit is green when young, but when it was ready to be harvested,
usually blackish brown. Fruit matoa including seasonal fruit,
which generally only bear fruit once a year.
In Papua, which is the largest producing region matoa,
know that there are two types of matoa, namely matoa coconut and matoa papeda.
The difference lies in differences in both the fruit.
Matoa coconut flesh chewy fruit such as rambutan Aceh,
diameter of the fruit is 2.2 cm- 2.9 cm, diameter of the seeds is 1,25- 1.40 cm .
While matoa papeda pick the fruit flesh is rather soft and sticky and fruit’s diameter is 1,4- 2.0 cm.
Fruit matoa itself proved to have many advantages, especially in the health sector,
because the fruit rich in vitamin C and vitamin E is capable
of functioning as an anti-oxidant that can counteract free radiation and increase endurance,
and can relieve stress, and can function as additional nutrients to the skin.
Matoa (Pometia pinnata) adalah endemik tanaman Indonesia, khususnya di Papua,
sehingga matoa menjadi tanaman yang juga khas Papua menjadi identitas Papua
untuk flora tanah. Sekarang matoa menjadi buah favorit oleh berbagai kelompok,
dari anak-anak hingga orang dewasa. Umumnya, matoa hanya ditemukan di Papua,
meskipun, sekarang matoa juga ditemukan di wilayah lain.
Buah Matoa bulat dan sedikit oval dan ukuran yang tidak terlalu besar. Bentuknya
mirip dengan telur puyuh, kulit halus, dan memiliki bau manis. Umumnya, buah
berwarna hijau ketika muda, tetapi ketika itu siap untuk dipanen, biasanya coklat kehitaman.
Matoa buah termasuk buah musiman, yang umumnya hanya berbuah setahun sekali.
Di Papua, yang merupakan terbesar daerah penghasil matoa, tahu bahwa ada dua jenis matoa,
yaitu kelapa matoa dan matoa papeda .. Perbedaannya terletak pada perbedaan di kedua buah.
Matoa daging kelapa buah kenyal seperti rambutan Aceh, diameter buah 2.2 cm- 2,9 cm,
diameter bibit adalah 1,25 1,40 cm. Sementara matoa papeda memilih daging buah agak
lembut dan lengket dan diameter buah ini adalah 1,4 2,0 cm.
Buah matoa sendiri ternyata memiliki banyak keuntungan, terutama di sektor kesehatan,
karena buah yang kaya vitamin C dan vitamin E yang mampu berfungsi sebagai anti-oksidan
yang dapat menangkal radiasi bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh,
dan dapat menghilangkan stres,
dan bisa berfungsi nutrisi sebagai tambahan untuk kulit.
sehingga matoa menjadi tanaman yang juga khas Papua menjadi identitas Papua
untuk flora tanah. Sekarang matoa menjadi buah favorit oleh berbagai kelompok,
dari anak-anak hingga orang dewasa. Umumnya, matoa hanya ditemukan di Papua,
meskipun, sekarang matoa juga ditemukan di wilayah lain.
Buah Matoa bulat dan sedikit oval dan ukuran yang tidak terlalu besar. Bentuknya
mirip dengan telur puyuh, kulit halus, dan memiliki bau manis. Umumnya, buah
berwarna hijau ketika muda, tetapi ketika itu siap untuk dipanen, biasanya coklat kehitaman.
Matoa buah termasuk buah musiman, yang umumnya hanya berbuah setahun sekali.
Di Papua, yang merupakan terbesar daerah penghasil matoa, tahu bahwa ada dua jenis matoa,
yaitu kelapa matoa dan matoa papeda .. Perbedaannya terletak pada perbedaan di kedua buah.
Matoa daging kelapa buah kenyal seperti rambutan Aceh, diameter buah 2.2 cm- 2,9 cm,
diameter bibit adalah 1,25 1,40 cm. Sementara matoa papeda memilih daging buah agak
lembut dan lengket dan diameter buah ini adalah 1,4 2,0 cm.
Buah matoa sendiri ternyata memiliki banyak keuntungan, terutama di sektor kesehatan,
karena buah yang kaya vitamin C dan vitamin E yang mampu berfungsi sebagai anti-oksidan
yang dapat menangkal radiasi bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh,
dan dapat menghilangkan stres,
dan bisa berfungsi nutrisi sebagai tambahan untuk kulit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar